Oleh: dr. Novia Aiko, Sp.N

Stroke menjadi salah satu penyakit yang berbahaya pada manusia yang terjadi di pembuluh darah otak dan merupakan  dan penyebab kematian terbanyak kedua di dunia.  Setiap 2 detik, terjadi 1 kasus stroke di bumi ini.  Satu dari 6 orang di dunia akan mengalami stroke dalam hidupnya. Jumlah penderita stroke terbanyak di Asia adalah Indonesia. Delapan dari 1000 orang di Indonesi terkena stroke. Prevalensi stroke semakin meningkat di Indonesia dan merupakan penyebab kecacatan nomor satu. 

Stroke adalah gangguan fungsi otak baik itu kelemahan anggota gerak sesisi, bicara rero, baal sesisi tubuh atau penurunan kesadaran yang terjadi mendadak dan cepat, berlansung > 24 jam atau meninggal, akibat gangguan peredaran darah otak.

  Stroke terdiri dari dua jenis yaitu :
1. Stroke Sumbatan (iskemik), yaitu:
Kematian jaringan otak disebabkan adanya hambatan aliran darah di otak. Stroke sumbatan, terbagi dua jenis:
a. Stroke emboli
b. Stroke trombotik
2. Stroke perdarahan (hemoragik), yaitu:
Kematian jaringan ortak akibat pecahnya pembuluh darah otak, (paling sering akibat darah tinggi/ hipertensi tidak terkontrol). Stroke perdarahan, terbagi dua jenis:
a. Perdarahan intra serebral
b. Perdarahan sub arachnoid.

Ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah otak, baik itu yang tidak dapat dimodifikasi maupun yang dapat dimodifikasi.
Faktor resiko yang tidak dimodifikasi:  usia tua, jenis kelamin laki-laki, riwayat stroke sebelumnya dan riwayat keluarga yang pernah stroke.
Faktor resiko yang dapat dimodifikasi, artinya faktor resiko yang masih dapat diubah atau diperbaiki dengan pola hidup yang sehat dan rutin kontrol kesehatan.  Faktor resiko ini  terbagi dua:
1. Mayor: hipertensi, diabetes militus, penyakit jantung.
2. Minor: dislipidemia, uresemia, merokok,  alkohol, obesitas.

Penangan harus cepat agar mendapatkan hasil pengobatan yang optimal.  Kenali tanda dan gejala stroke dengan mengingat slogan:  Se Ge Ra Ke R S yang merupakan singkatan dari:

Se        Senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, sulit menelan air minum secara tiba-tiba.

Ge       Gerakan separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba

Ra       bicaRa pelo/ tiba-tiba tidak dapat bicara/ tidak mengerti kata-kata/ bicara tidak nyambung.

Ke       Kebas atau baal atau kesemutan separuh tubuh tiba-tiba

R         Rabun, pandangan satu mata kabur, terjadi tiba-tiba

S          Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya, gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasiyang terjadi tiba-tiba.

Jadi bila memiliki gejala-gejala seperti diatas, SEGERA KE RS, jangan ditunda- tunda. Penanganan stroke berpacu dengan waktu, semakin cepat semakin baik penanganan dengan hasil optimal dan tingkat kecacatan semakin rendah.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar terhindar dari penyakit stroke:
1. Mengatur pola makan yang sehat.
2. Penanganan stress dan istirahat yang cukup
3. Pemeriksaan kesehatan secara teratur, mengikuti anjuran dokter dalam diet dan obat.
4. Mengikuti anjuran tentang makanan, seperti pasien darah tinggi mengurangi asupan garam, pasien dislipidemi meminimalkan makanan tinggi lemak, sebaiknyaa mengkonsumsi makanan tinggi serat dan protein nabati.

Dengan mengikuti anjuran diatas resiko terkena penyakit stroke akan sangat kecil.

Kategori: Artikel

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *