32IMG_4602Pekanbaru, 13/6/2016

Dinkesriau.net–“Alhamdulillah, Rumah Sakit Umum Petala Bumi telah mencapai akreditasi perdana,” ujar Dr. Sylvana Estherlita,M.Kes Senin (13/6) pagi di ruang kerjanya di jalan Sutomo Pekanbaru. Dokter yang biasa dipanggil Sylvi ini mengungkapkan bahwa kelulusan RS Petala Bumi ini diketahuinya dari Situs Resmi Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dua hari yang lalu (Sabtu, 11/6).

Sylvi menceritakan bahwa proses akreditasi ini dimulai tahap persiapan pada bulan November tahun lalu yang melibatkan 4 pokja yang masing-masing dipimpin oleh Ketua Pokja yang disebut Champion. 4 Pokja ini adalah, Pokja HPK (Hak Pasien dan Keluarga) yang diketuai oleh Drg. Lynda Rahmayani, Pokja KPS (Kualifikasi Pendidikan dan Staf) yang diketuai oleh Drg. Suci Lustiani, Pokja PPI (Pengendalian dan Pencegahan Infeksi) yang diketuai oleh dr. Nanny Rahmawati serta Pokja Pokja SKP (Sasar keselamatan Pasien) yang diketuai oleh dr. Eka Yuliarningsih dengan Ketua Akreditasi dr. Eka Yuliartiningsih.

Sebagaimana diceritakan, dr. Sylvi beserta staf melakukan berbagai upaya antara lain melaksanakan pelatihan-pelatihan yang menunjang tercapainya akreditasi ini seperti workshop BHD (Bantuan Hidup Dasar), Penggunaan APAR (Alar pemadam Api Ringan), Pelatihan Komunikasi Efektif dan sosialisasi-sosialisasi lainnya.

 “Yang bekerja tentu saja para champion beserta anggotanya masing-masing, tapi saya turun langsung mengawasi dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan syarat akreditasi khususnya dalam hal pembiayaan dan kebijakan rumah sakit,” kata Sylvi.

Ada yang menarik ketika Sylvi menceritakan bahwa pada saat Tim Surveyor datang, mereka malah menanyakan cara BHD yang benar kepada salah satu sopir rumah sakit. “Wah, untung mereka sudah saya latih, karena tidak menyangka justru yang ditanya itu para sopir,”jelas Sylvi. “Kami tidak perlu menanyai dokter, karena dokter pasti sudah ahli, “ kata Sylvi menceritakan alasan dari para surveyor.

Bicara tentang kendala, Direktur rumah sakit yang cantik ini mengatakan bahwa kendala yang dihadapi terkait dengan akreditasi adalah temuan adanya pejabat struktural yang tidak sesuai kompetensi, karena 2 pejabat tehnis dijabat oleh bukan orang kesehatan. Untuk masalah ini, Sylvi mengakui bahwa ia telah melapor ke Gubri dan Gubri mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan melakukan mutasi.

Rumah Sakit Umum Petala Bumi saat ini memiliki 87 tempat tidur, 4 spesialisasi dasar, 2 spesialisasi penunjang  dan 1 spesialis anestesi. Namun menurut Sylvi sebenarnya RS Petala Bumi masih membutuhkan dokter spesialis penyakit dalam 1 orang lagi karena yang tersedia saat ini masih belum full timer. Untuk Spesialis Bedah masih Non PNS.

Pada kesempatan ini Dr. Sylvi mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Riau serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau yang telah mendukung suksesnya akreditasi Rumah Sakit Petala Bumi ini. Tidak lupa juga terimakasih kepada Tim Akreditasi RS Petala Bumi beserta staf yang telah kompak dan solid dalam meraih kelulusan.

sumber: dinkesriau.net

Kategori: Berita

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *